KATAMEDIA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menginisiasi langkah preventif unik untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda pesisir. Bekerja sama dengan Karang Taruna RW.15 Tambak Rejo, Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang, BNNP menggelar pelatihan pengelolaan sampah kerang untuk diubah menjadi produk bernilai ekonomis.
Kegiatan ini dirancang sebagai respons atas meningkatnya prevalensi narkoba di usia produktif. Alih-alih hanya berfokus pada penindakan, BNNP memilih pendekatan pemberdayaan untuk membekali para pemuda dengan keterampilan produktif sebagai alternatif kegiatan positif.
Kepala Tim Pencegahan BNNP Jateng, Candra Eka Sariningsih, menjelaskan bahwa program ini adalah wujud dari semangat “War on Drugs for Humanity”.
“Kami berkomitmen menghadirkan pendekatan pencegahan yang lebih humanis, dengan menguatkan peran komunitas dan pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Candra baru-baru ini.
Dalam pelatihan tersebut, para pemuda dan warga belajar memanfaatkan limbah kerang yang melimpah di wilayah mereka menjadi kerajinan tangan, hiasan, hingga media tanam.
Langkah ini mendapat apresiasi penuh dari aparat kelurahan. Sekretaris Lurah Tanjung Mas, Vivin Kurnia Setyawan, menilai kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat. “Kegiatan seperti ini membantu masyarakat untuk lebih produktif, mandiri, dan yang terpenting, menjauh dari pengaruh narkoba,” tuturnya.
Antusiasme serupa diungkapkan Bunga Dara Amelia, salah satu peserta dari Karang Taruna Tambak Rejo. “Kami senang bisa belajar mengelola limbah jadi produk bermanfaat. Selain menambah keterampilan, ini membuat kami lebih peduli lingkungan dan menjauhkan diri dari hal-hal negatif,” katanya.
BNNP Jateng berharap, melalui bekal keterampilan ini, akan lahir generasi muda pesisir yang kreatif, berdaya, serta mampu menjadi pelopor gerakan hidup sehat dan produktif di lingkungannya.