KATAMEDIA – Area samping Pasar Dargo mendadak riuh oleh gemuruh ratusan pemuda dari berbagai wilayah seluruh kelurahan se Kecamatan Semarang Timur hari ini, Sabtu (11/7). Kehadiran massa kreatif ini menandai dimulainya Kapten League 2026, sebuah turnamen street football (sepak bola jalanan) bergengsi yang diinisiasi oleh Karang Taruna Kota Semarang berkolaborasi dengan Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan Kapten League Akamsi.
Ajang kompetisi olahraga rekreasi ini akan berlangsung selama dua hari penuh hingga Minggu (12/7). Selain berpusat di kawasan Pasar Dargo, kemeriahan kompetisi ini juga digelar secara paralel di area cagar budaya Sobokarti.Meskipun turnamen akbar ini digelar secara gratis tanpa pungutan biaya pendaftaran, antusiasme peserta dan suporter tetap meledak. Ditambah lagi, panitia telah menyiapkan total hadiah jutaan rupiah yang membuat tensi persaingan antarkelurahan semakin sengit namun tetap sportif.Untuk menambah keseruan di tengah padatnya penonton, agenda Kapten League 2026 juga dikombinasikan dengan perlombaan tradisional yang memicu gelak tawa dan kebersamaan, seperti balap bakiak beregu dan egrang.
Penggabungan ini sukses menarik perhatian warga lintas generasi yang ikut memadati lokasi acara sejak pagi hari.Ketua Panitia Pelaksana Kapten League 2026 menyatakan rasa bangganya melihat lautan pemuda yang memadati venue dengan energi positif. "Melihat ratusan pemuda berkumpul dan bersorak mendukung timnya di Pasar Dargo hari ini adalah bukti bahwa ruang publik bisa menjadi wadah pemersatu yang luar biasa. Kami sengaja membawa sepak bola ke jalanan agar lebih dekat dengan mereka. Ini adalah panggung bagi mereka untuk menyalurkan energi masa muda menjadi sebuah prestasi, sekaligus benteng kokoh untuk menjauhkan anak-anak muda kita dari bahaya konflik jalanan atau tawuran," tegasnya di tengah riuhnya pembukaan acara, Sabtu (11/7).
Senada dengan hal tersebut, Ketua Karang Taruna Semarang Timur, Firmansyah, turut memberikan pandangannya terkait dampak positif kegiatan ini. Ia mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dan solidnya kolaborasi antarlembaga.
"Kolaborasi antara Karang Taruna dan LPMK ini adalah wujud nyata pergerakan pemuda yang sinergis. Kami di Semarang Timur sangat mendukung inisiatif street football semacam ini. Apalagi, kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk membuka stan dan menggerakkan roda ekonomi warga sekitar. Perpaduan antara kreativitas pemuda, olahraga, dan pemberdayaan UMKM lokal seperti ini sangat efektif untuk membangun solidaritas yang kuat serta menciptakan ekosistem lingkungan yang aman dan produktif bagi remaja," ujar Firmansyah.
Pertandingan babak kualifikasi masih berlangsung sengit di bawah kawalan ketat sportivitas para pemain. Pihak penyelenggara optimis bahwa kemeriahan di Pasar Dargo dan Sobokarti ini akan menjadi tolok ukur baru bagi pergerakan pemuda yang positif, aman, dan kondusif di Kota Semarang.